Lee Hakyun : I Love You
Pada saat itu Lee Hakhyun memberikan dia pilihan di hadapan Han sooyoung, Yoo joonghyuk, dan biyoo. Di alam semesta ini mereka telah melalui berbagai macam hal untuk menemukan dan membawa kembali pecahan kim dokja, untuk menjadi 100% kim dokja. Walau sebelum nya sudah di berikan 2 ending 2 pintu telopertasi. Ending bahagia yang dimana sudah terdapat kim dokja di tempat tidur rumah sakit dan pintu kedua dimana kim dokja tidak ada di rumah sakit dan meninggalkan sepucuk surat.
Kali ini Lee Hakhyun telah berusaha keras menulis-menulis dan terus menulis. Merombak kisah demi kisah, menyobek-meremas kertas, membuangnya setelah menjadi berbentuk bulat, sembarangan. Kini Lee Hakhyun berhasil membuat apa yang mereka inginkan, apa yang diinginkan han sooyoung, Yoo joonghyuk, dan biyoo inginkan. Yaitu kim dokja 100 %. Mempertemukan mereka dengan kim dokja 100%. Mengembalikan mereka pada "Dokja" nya mereka. Apa yang mereka kenal.
Lee Hakhyun sedih menitihkan air mata di sudut kirinya tanpa sadar. Begitu hangat ia sapu dengan jari telunjuknya, ia tiba-tiba muncul-datang entah dari mana, datang melalaui pintu putih tanpa penutup pintu terlihat seperti bingkai pintu kosong, tapi dengan isinya berwarna putih yang muncul diantara mereka di gelapnya semesta ini. Ia keluar dari sana berkata seperti ini.
Lalu pintu itu di belangnya menghilang, ketika ia keluar dari sana.
Dia muncul begitu saja di hadapan mereka, mengabaikan Forth wall dan hal-hal lain di tengah semesta itu, ia muncul di hadapan mereka bertiga.
Berkata.
["Wahai, saudara dan saudari ku yang kucintai dan terhormat".]
Membuat Yoo joonghyuk kaget dan terperangah 'siapa'. Han sooyoung merasa curiga dan bertanya, awalnya ia ingin bertanya namun ia diam saja. Sedangkan biyoo dengan metelengkan kepalanya ke kiri 'siapa ya'.
["Mungkin kalian bingung, siapakah aku? Mungkin itulah yang ingin kalian katakan bukan? ".]
Ia melanjutkan.
["Izinkan aku memberi kalian sesuatu yang kalian cari selama ini".]
Ia menjentikkan jarinya, menjentikkan jari kanannya. Lalu dua pintu berwarna cahaya putih itu muncul di hadapannya. Pintu itu membelakangi Lee hakhyun dan cahayanya menghadap pada mereka bertiga.
"Apakah yang engkau lakukan! " Tanya Han sooyoung.
["Aku memberi kalian kesempatan".]
"Omong kosong, kau penipu ya? Apalagi ini? Han sooyoung! " Kata Yoo joonghyuk yang bodoh.
Biyoo tampak bingung dan ia juga sedih mimik air matanya mulai turun. Air hidungnya mulai menetes ujung hidungnya merah karena menahan nya. Ia sedih ia ingin pulang, biyoo ingin pulang bertemu, ayah.
"Ayo, kita pulang", ujar Biyoo
Biyoo sedih dan cukup lelah dengan semua pengembaraan ini. Bohong bila ia bilang 'tidak'. dia berusaha terlihat kuat selama ini. Tapi dia hanyalah sejatinya anak kecil.
Han sooyoung pun menjadi bingung tak karuan ia menjadi begitu gelisah. Air keringat nya muncul di pelipisnya, ia menggertakan giginya. Sambil sesekali menatap balik antara yoo joonghyuk dan biyoo.
"Apa yang engkau tawarkan". tanya, nya
Pastilah orang atau seseorang atau kehadiran "sesuatu" Ini bukanlah sebuah kehadiran yang bisa mereka anggap biasa. Apalagi bisa menjangkau dan melacak mereka dengan tepat tiba di hadapan mereka seperti ini. Kekuatan macam apa yang mengalir dari "sesuatu" Ini. Mengapa dia disini?. Ada perlu apa?. Dan pintu-pintu ini memancarkan hal yang mirip dengan pintu ending terakhir kali itu tapi mereka semua merasakan bahwa pintu-pintu ini lebih kuat lebih mistis dan lebih kuno dari pintu ending itu. Dan terlihat jujur. Siapa atau apa sebenarnya "sesuatu" Itu yang memunculkan pintu-pintu ini di hadapan kami, siapa sebenarnya dia? Mengapa kami merasa sesuatu yang jauh mengenai kekuatan nya. 'Apakah avatar ku pernah sebelum nya bertemu dengan nya' atau diriku sendiri yang pernah bertemu dengan nya? Atau dari kami bertiga pernah bertemu dengan-nya? Atau yoo joonghyuk dari putaran ke-berapa pernah bertemu dengan nya? Atau pun bahkan biyoo?'.
Biyoo menatap 'sesuatu' itu lalu biyoo menoleh pada han sooyoung seolah-olah, ia mendengar suara hati han sooyoung. dan han sooyoung menatap balik biyoo. Yoo joonghyuk yang bingung memiringkan kepala berpikir keras dahinya mengernyit mengeluarkan garis-garis halus berpikirnya itu. Lalu yoo joonghyuk menoleh menatap perempuan berambut hitam pendek itu. Han sooyoung menggeleng ringan melihat yoo joonghyuk melirik nya.
Han sooyoung menghela nafas.
"Apakah aku pernah bertemu dengan-mu?"
Ucap yoo joonghyuk tanpa sadar.
["Hmnn, bagaimana ya.. " .] Seringai kecil lucunya seperti rubah. Jawab sosok itu yang memunculkan pintu-pintu itu.
"Jadi aku pernah bertemu dengan mu?"
Terkejut yoo joonghyuk dibuat nya. Palanya terasa pening ketika ia melihat senyum kecil itu.
"#peringatan#peringatan#peringatan#"
Bertuju pada ingatan yoo joonghyuk mini ke-41.
"Apa si bodoh itu pernah bertemu denganmu? Hai yoo joonghyuk dimana dan kapan apa kau ingat. Ayo coba ingatlah!" Kata han sooyoung memberi perintah.
"Hmmm, tunggu sebentar" Ia sambil memejamkan mata sambil mengernyitkan kan dahinya dan satu tangannya memegang dagu dengan reflek untuk berfikir.
Biyoo memandang han sooyoung
"Apakah ini tidak apa-apa han sooyoung. Seperti nya yoo joonghyuk kesakitan"
Ya betul ia kesakitan dan penuh dengan keringat.
"#periangatan#peringatn#peringatn#"
Entitas lebih tinggi atau setara Secretly plotter ingin mengakses ingatan.
tertuju pada ingatan yoo joonghyuk mini ke-41.
Yoo joonghyuk akhirnya menggeleng
"Maaf"
Ujarnya.
Haaaaaahhhhhhh
Han sooyoung menghela nafas panjang.
Mereka semua lelah.
["Baiklah-baiklah".]
Ucap seseorang yang sudah menunggu sedari tadi dengan sayapnya. Sayap putihnya. sedari tadi ia duduk di atas salah satu daru dua pintu itu.
Kini ia terbang melewati kedua pintu itu di tengah alam semesta ini dengan para planet dan bintang-bintang, gugusan bintang-bintang menjadi latarnya dan layar kami semua. Atau mereka semua tepatnya.
Ia terbang dengan sayap-sayap itu seolah-olah membangkitkan ingatan lama yang terus bercokol di kepala mereka bertiga itu.
["Baiklah akan ku beritahu pintu yang tadi ku jadikan sandaran daguku itu adalah pintu dimana 100% kim dokja berada terdapat Jung heewon dan lee hyunsung berada"
["dan disisi lainnya... Tidak ada kim dokja".]
["Jadi ka-".]
Sebelum Lee Hakhyun dapat menyelesaikan perkataan nya.
Han sooyoung memotong ucapan Lee Hakhyun.
Begini kata han sooyoung
"Itu terlalu mencurigakan, pintu pertama yang kau tawarkan pada kami terlalu mencurigakan. Bagaimana kau bisa mengulang waktu agar kami bisa bersama dengan Jung heewon dan Lee hyunsung seperti waktu itu mereka memilih happy ending. Apakah disana juga ada dokja kecil? Kalau begitu kami memilih pintu yang kosong, yang kedua, Ayok!"
Sambil hampir menarik pergelangan tangan yoo joonghyuk. Tapi biyoo merasa aneh ia merasa enggan pergi ke pintu ke dua yang kosong itu.
Lalu Lee Hakhyun pun, berkata.
["Tidak, itu kim dokja 100% seperti yang kalian harapkan. Wujud fisiknya sama seperti apa yang kalian kenal. Tingkah lakunya, ingatannya semua-nya adalah kim dokja yang kalian kenal. Itu adalah 100% kim dokja yang kalian kenal".] Lee Hakhyun menjelaskan dengan sedih tatapannya kebawah jauh dari ia terbang melayang.
"Bagaiman kau tahu itu 100% kim dokja bagaiman dengan fragmen-fragmennya?".
[" Itu adalah kim dokja 100%, kalian tidak perlu khawatir akan hal itu. Karena itu sudah saya yang melakukannya. Kalian tidak perlu khawatir ".]
"Mencurigakan"
Ucap han sooyoung.
Segera ia menyeret tangan yoo joonghyuk ke arah pintu kedua itu. Namun biyoo menarik kerah belakang yoo joonghyuk, seolah mengatakan 'tidak-tidak'
["Tunggu!".]
Lee Hakhyun menyergap kehadapan han sooyoung.
dengan tangan terbentang.
Lalu berkata terburu-buru.
["Jangan, jangan pintu itu karena itu tidak ada apa-apa nya, han sooyoung".] Ucap nya nadanya memelas mengiba.
Han sooyoung mengerutkan dahi.
ck
"Apa lagi permainan ini, hah" Ucapnya, ucap han sooyoung.
["Sudahi ke egoisan mu han sooyoung, turunkan ego mu. Beri nafaslah, beri kasihanlah pada yoo joonghyuk dan biyoo".]
"Engkau tahu nama biyoo..." Ucap biyoo terharu.
["Iya, sayang".] Singkat. Tersenyum tulus.
Sambil lengah, han sooyoung menyergap kabur ke pintu kedua melewati penjgaan Lee Hakhyun yang kini lengah. sambil biyoo tertarik oleh genggaman nya sendiri dari kerah belakang yoo joonghyuk yang ia pegang menarik biyoo maju kedepan.
Namun, seketika hentikan jari berbunyi dan
Wuuushhh
pintu itu menghilang
Pintu ke-dua itu lenyap, lenyapnya bagai uap asap. Dari atas kebawah. bagaikan trik sulap
"HEI, APA-APAAN KAU INI!!! HAH??"
Han sooyoung yang kesal.
Lee Hakhyun, memohon sekali lagi agar mereka mau pergi ke pintu yang terdapat kim dokja 100% itu.
["Kekuatan untuk menahan ini semua tersisa sedikit ayok lebih cepat ku mohon",] ia batuk darah.
Han sooyoung acu tak acuh akan itu tapi ia khwatir juga.
[" Kumohon".] ucapnya lagi.
["Bukankah itu yang kalian inginkan? Bertemu dengan dokja asli kembali, cepat sana! Kumohon hargai perjuangan-ku. dan kita semua".]
Uhugg.
Batuk darah itu mengalir lagi.
Lee Hakhyun mengerahkan salah satu tangannya agar pintu itu mendekati mereka bertiga.
"Cepatlah!!!" Ujarnya
Lagi-lagi batuk darah itu.
Yoo joonghyuk bergegas mengambil kedua pergelangan perempuan yang ada di sebelah nya. Yoo joonghyuk menarik tangan han sooyoung dan biyoo. Menarik menggengam pergelangan tangan mereka masuk ke dalam pintu portal itu.
"Yang terjadi maka terjadilah, hal-hal yang baik", Ujar yoo joonghyuk.
Fitur nafas lega tercipta dari kelegaan Lee Hakhyun.
Tapi, sebelum yoo joonghyuk masuk sepenuhnya, ia menegok ke belakang menatap mata Lee Hakhyun. Mere berpapasan saling melihat wajah satu sama lain.
Tanpa sadar secara reflek yoo joonghyuk, berucap.
"Terima kasih"
Lee Hakhyun berkata
["Terima kasih sudah mempercayai ku, yoo joonghyuk"]
'mempercayai ku'
'mempercayai ku'
'mempercayai ku'
Seperti yoo joonghyuk pernah mendengar kalimat itu.
Matanya membelalak.
"LEE HAKHYUN!!!!!!!!!"
Yoo joonghyuk berteriak sekencang dia bisa
#peringatan#peringatan#peringatan
Ingatan yang tidak seharusnya di ungkap naik ke permukaan menampakkan diri, ingatan yang seharusnya hilang telah tiada kini menyatu dari sisi kecil menjadi satu kesatuan naik ke permukaan, segel ingatan terlepas dari yoo joonghyuk mini putaran ke-41.
Secretly plotter mendengar suara tanda alarm berbunyi 'dari sana' dari tempat yang sangat jauh. Secretly plotter menatap ke jauhan sambil memegang secangkir teh dengan tangannya bersama dengan gugusan bintang kim dokja company.
"Hati-hati" Ujar secretly plotter.
"Jadi si penanntang itu"
"Apakah kami benar-benar melihat kim dokja, kembali"
Secretly plotter murung menatap kebawah meja teh itu ke arah sepatunya.
Cangkir tehnya jatuh ke lantai, kesedihan Menghantamnya.
***
Yoo joonghyuk, yang sudah memasuki pintu memejamkan matanya...
Ingatan kembali akan Lee Hakhyun membanjiri ingatan nya, putaran ke 41 bersama cheon inho yang terbatas lee Hakhyun, janji yang ia buat dengan Lee Hakhyun, kepercayaan yang titipkan pada Lee Hakhyun...
Yang artinya jika Lee Hakhyun membuat janji itu nyata. "100% kim dokja".
Maka berarti, 'itu harus mengorbankan dirinya sendiri'.
Perlahan wujud Lee Hakhyun diluar portal pintu putih itu yang sebelumnya dimasuki oleh yoo joonghyuk, han sooyoung, dan biyoo. Kini mereka bertiga sudah tak nampak di portal pintu itu.
Lee Hakhyun tersenyum ringan.
Ia bahagia.
Wujud nya perlahan menghilang dari bawah lalu atasnya dan kemudian seluruhnya.
["Terima kasih" .] Ucapnya.
Begitu pula para anggota gugusan bintang kim dokja kompani yang sudah hilang meninggalkan cangkir-cangkir teh tak bertuan. Lalu perlahan tempat itu menghilang tak ada. 3 pecahan kim dokja termasuk the oldest dream juga termasuk. Semua pecahan yang tersisa berkumpul ke satu tubuh di balik portal pintu cahaya putih itu. Semua jiwa kim dokja mengarah ke pintu itu. Semua fragmen kim dokja termasuk dokja kecil masuk ke pintu itu. Ingatan gugusan bintang teman perjalanan kim dokja 'terpilah' sudah sesuai rencana Lee Hakhyun. secara garis besar agar tidak terlalu tumpah tindih dengan ingatan tubuh asli para pemiliknya, namanya ada beberapa ingatan diluar kendalinya atau diluar prediksinya sebelumnya.
Semuanya ketika yoo joonghyuk membuka mata, ia menangis bahwa orang yang ia cintai tidak ada lagi. Lee Hakhyun.
Mereka bertiga melihat kedepan mereka melihat terdapat kim dokja yang mereka semua rasa itu 100% kim dokja. Disana juga terdapat Jung heewon dan Lee hyunsung. Serta anggota teman perjalanan kim dokja berada disana. Lee gilyung dan kawan-kawan.
3 bulan kemudian.
"Ayo, kita taman.. Ke sungai Han"
"Ayo, aku akan masak humberger"
"Hei, han sooyoung aku menyukai novel twsa-mu ... Apalagi tokoh utama-"
"Cukup kim dokja yaampun"
Inilah dimana si 'sang pembaca' han sooyoung inginkan berada.
Sang pembacanya.
Mereka semua mengadakan piknik barbeque dan humberger di tepi taman sungai han. disiang hari yang cerah.
Yoo joonghyuk sibuk memanggang, membolak-balikan daging humberger itu di griillnya. Namun pikiran nya jauh entah kemana. Walau 100% kim dokja asli ada di belakangnya. Tapi yoo joonghyuk merasa kosong, apa benar ini yang dia inginkan?. Ingatan tentang Lee Hakhyun, orang yang mengingat entah seperti apa yoo joonghyuk itu sendiri. Namun orang-orang hanya samar-samar mengingat nya bahkan berkata
"Siapa Lee Hakhyun?"
Kebanyakan dari teman seperjalanan kim dokja bilang seperti ini. Termasuk sun wokung.
"Sepertinya memang ada nama seperti itu" dokja berkata dan beberapa orang mengiyakan.
"Tidak ada orang seperti itu" Jawab han sooyoung
"Sudah-sudah ayo kita nikmati ini" Jawab seseorang yang sudah tidak sabar. Kata sun wokung.
"Ku harap yang terbaik untuknya" Jawab yoo sangat dan di iyakan oleh kim dokja dan yang lain.
Sebenarnya han sooyoung mengingat tipis-tipis siapa itu Lee Hakhyun yang yoo joonghyuk cari, namun han sooyoung tidak yakin sendiri dengan ingatan nya karena hanya tipis-tipis, han sooyoung bertanya tanya apa avatarnya sebelumnya yang mengingat?. Tapi kini sistem sudah tidak ada. Tidak ada status window tidak ada skill dan sebagainya. Sejak mereka semua membuka mata melihat dokja dewasa yang benar-benar dewasa yang 100% kim dokja.
Mereka, tidak ada lagi sistem itu.
***
"Kim dokja bisa memiliki yoo joonghyuk dari putaran ke berapa-pun. Tapi aku hanya punya yoo joonghyuk dari putaran ke-41"
"Karena yoo joonghyuk putaran ke-41 hanya memiliki tempat bertumpu Lee Hakhyun"
***
Lagi-lagi setiap pagi ia selalu terbangun dengan mimpi kalimat itu. bahkan pagi sebelum pergi piknik hari itu . Yoo joonghyuk terbangun dengan mimpi kalimat itu lagi.
***
Setelah sore hari mereka semua memutuskan untuk menyudahi piknik ini, dan pergi ke rumah kim dokja yang amat luas.
Yoo joonghyuk menyiapkan kudapan.
Ia di hampiri kim dokja yang ingin membantu nya, akan tetapi yoo joonghyuk menolak. Tapi Kim dokja kekeh untuk membantu yoo joonghyuk menyiapkan kudapan malam hari ini untuk teman menonton acara televisi dan bersenda gurau. Karena mereka sudah kenyang dari piknik tadi, jadi mereka merasa tidak perlu makan berat lagi.
Yoo joonghyuk mulai mengantar makanan itu kepada mereka yang berada di depan tv itu di ruang bersantai besar itu karena hidangannya sudah selesai.
Mereka yang berada diruang bersantai itu dan bersenda gurau dan ada yang tengah menonton acara televisi menengok ke arah yoo joonghyuk dan seseorang yang berada di belakang nya yaitu kim dokja.
Mereka melontarkan kalimat ledekan, candaan, dan gurauan kepada mereka berdua.. Seperti
"Uhuy, cocok banget nih" Dan sebagainya dari Lee gilyung, biyoo dan lainnya. Jung heewon hanya tersenyum tipis melihat itu.
Sedangkan yoo joonghyuk tanpa ekspresi.
Sedangkan kim dokja tersipu malu, sedikit semburat merah terlihat dipipinya.
Setelah makan malam itu orang-orang terlelap tidur ditempat mereka masing-masing. Yoo joonghyuk membawa selimut untuk mereka semua dan menyelimuti mereka. Hanya ada kim dokja yang belum tidur dan yoo joonghyuk. Kim dokja berkata
Tapi yoo joonghyuk tahu jawabannya sebelum kalimat dari kim dokja keluar terucap.
"Tidak".Katanya.
Hmnn, kim dokja cemberut menatap ke bawah lantai dingin itu. Lalu meninggal kan yoo joonghyuk sendiri. Sambil membawa cangkir teh hangat di tangan kim dokja.
Yoo joonghyuk menatap langit malam dengan penuh hikmat dan dalam sebelum ia menarik nafas panjang yang dalam lalu ia keluar kan. Tanpa sama sekali melihat punggu kim dokja yang pergi menjauh dari arah nya kini ia duduk di teras samping dengan kaca persegi panjang terbuka.
***
Keesokan paginya yoo joonghyuk pergi ke kantor untuk melakukan meeting brand promosi dari salah satu game. dia bangun paling akhir, jadi ketika dia bangun semua orang sudah tidak dan tidak ada sarapan.
Pada saat menyeberangi jalan di zebra cross untuk ke sisi jalan satunya. Ia melihat seseorang dengan wajah 'Lee Hakhyun' berpapasan dengannya lawan arah. Sebelum yoo joonghyuk sempat meraih pundak orang itu, orang itu sudah melengos dan pergi, yoo joonghyuk tidak sempat memegang pundak orang itu.
Tenggorokan nya tercekat, keringat dingin menuruni pelisnya.
Ia berusia agar meneriakan satu nama itu. Lagi-lagi coba lagi ucapkan nama itu.
"Lee Hakhyun!!!!! "
Namun orang yang dipanggilnya itu tidak berhenti melangkah atau pun menengok ke belakang. Dia terus berjalan.
"Aku mencintaimu mu"
Orang-orang sekeliling mereka berhadapan dengan mata yoo joonghyuk. Mereka orang-orang itu yg disekitar sisi jalan itu menatap yoo joonghyuk dengan perasaan aneh atau ada juga yang merasa bahwa itu keren, atau ada juga yang merasa kasihan seperti menanyakan dalam hati mereka 'kenapa''kasian' ada pula yang penasaran 'apakah mereka bertengkar? ' mereka semua berspekulasi didalam pikiran mereka sendiri. Hingga akhirnya mereka berjalan normal seperti sebelumnya.
Lee Hakhyun
Lee Hakhyun
Lee Hakhyun
Ku mohon menengoklah, berbaliklah.
Sudah sangat jauh.
Orang itu pemuda itu menengok.
Lalu perlahan mendekati yoo joonghyuk, seperti magnet.
Ketika sudah mencapai jangkauan pendengaran yoo joonghyuk, pemuda itu berkata.
"Nama ku bukan Lee Hakhyun, namun xxx"
Yoo joonghyuk kaget mendengar itu matanya putih membulat. Ia menelan ludah.
dalam hatinya
'tidak-tidak'
"Tapi aku pernah mendengar nama itu seperti mengenal nama itu, tapi entah dimana dan entah siapa? " Pemuda itu berkata.
Dan dengan terburu-buru
Dia mengucapkan selamat perpisahan
"Dah" Sambil melambaikan tangan.
"Oh, iya. Terima kasih untuk pengakuan-mu yang hmnn entah siapa. Dan kurasa orang yang cintai akan senang mendengar itu"
Tersenyum hangat.
Yoo joonghyuk terus menatap.
Pemuda itu membalik dan terus berjalan menjauhi yoo joonghyuk.
-Fin-
Bahwa sayangnya Lee hakhyun tidak mengetahui, bahwa Yoo Joonhyuk membalas perasaan nya
dibuat oleh penulis : Veni Oktaviani
***
Kata sandi PDF : 0
Dalam bentuk PDF ada yang sedikit diubah dan di perbaiki.
Komentar
Posting Komentar