I won't steal you from your mother.
I won't steal you from your mother.
Veni oktaviani
"if you don't think about yourself, please think about your mother's feelings"- I won't steal you from your mother.
"Kak,...Tolong pikirkan perasaan mama,"
Itu adalah kata terakhirku sebelum saudara laki-laki saya pergi dari rumah 3 bulan yang lalu.
Kakakku sudah bekerja sedangkan saya masih bersekolah di sekolah menengah kejuruan, kami hanya memiliki ibu yang membesarkan kami dan ayah kami.
Kakak saya adalah orang yang baik, saya tidak tahu mendefinisikan orang baik itu seperti apa, tapi menurutku kakak saya adalah yang baik ketika ibu di-PHK dan menjalankan warung kecil di depan rumah kakak selalu membantu ibu saaat itu saya masih terlalu kecil. Saat kakakku saudara laki-laki ku keterima bekerja di sebuah PT. Produksi dia selalu pulang membawa makanan.
Kakak selalu bertanya padaku apa ada buku yang ingin saya inginkan saya menjawab tidak, untuk saat ini tidak.Kakak selalu bertanya bagaimana pekerjaan rumahku walaupun saya tahu dia lelah sehabis bekerja. Dia baik...dia tak pernah menceritakaan soal dirinya pada ku, Aku tak pernah mendengar dia bercerita dengan ibu. Kakaku tak pernah membawa pacar perempuannya ke rumah, dia lebih sering membawa beberapa rekan teman ataupun kerja lelakinya kerumah dan memperkenalkannya pada kami.
Sampai saya tahu, bahwa kakakku saudara lelaki ku yang sudah seperti ayah bagiku ternyata menyukai seseuatu yang sama persis dengannya dari atas hingga kebawah ujung kaki, Saya tahu bahwa ibu tidak tahu mengenai ini.
Umurku 18 tahun ini dan kakak 26 kami hampir berpaut 8 tahun jauhnya. Di saat ulang tahun ke-16 Bibi kami dari keluarga ibu datang berkunjung lalu menanyakan "Apakah Saudara lelaki saya sudah punya pasangan?" lalu ibu saya berkata "dia mah belum, tanya saja sama orangnya langsung" kebetulan disaat itu adalah hari sabtu kakak sedang libur, kakak berada di balkon teras lantai 2 yang ada dikamarnya ketika aku akan masuk mengetuk pintunya, namun pintunya tidak terkunci dengan polos tanpa dosa saya langsung memasuki ruang kamar kakak untuk mengajaknya ke ruang kelurga bertemu Bibi kami,
Tapi nyatanya disaat itu pemandangan yang kulihat begitu indah, rambut kakaku yang basah, airnya jatuh kewajahnya dengan setengah dada telanjang yang dibawahnya hanya berlilitkan handuk merah, aku terperengah
"Anya"
Dia memanggilku
Dia kakakku
Saya tak menyukai kakakku selayaknya wanita yang jatuh hati dengan lelaki, Saya hanya mengagumi nya begitu indah hanya seperti lukisan yang ada di musuem yang ada di Jakarta Pusat ketika tour sekolah dasar.
Disaat itu saya sadar bahwa ada satu orang lagi selain kami berdua, dan dia adalah seseorang habis keluar kamar mandi.
Clek
Gllek.
Dia lelaki yang keluar dari kamar mandi adalah rekan kerja kakak yang menginap tadi malam.
Tapi instingku berbeda, insting wanita ku mengatakan lain.
"Kak......Saya hanya punya satu saudara laki-laki, Hanya satu... Saudara laki-laki"
***
Kakak saya berusia 28 tahun ini dan dia terus didesak agar menikah,
Tapi kakak selalu berkata
"Nanti saja"
Kakak bulan sudah tidak tinggal bersama kami, dia memutuskan menyicil rumah.
Hari ini Adalah hari suci semua datang kerumah kami, karena ibu kakak tertua dari 3 bersaudara, dua saudaranya berada di Jakarta lalu mereka memutuska bersilahturahmi dihari ini, kakak saya juga datang.
Tak henti henti Bibi Herni yang sewaktu usiaku ulah tahun yang ke-16 belas waktu itu datang, Bibi Herni menanyakan,
"Kapan calonnya diperkenalkan.."
Sambil tersenyum jahil.
Aku hanya diam saja, karna saya tahu kakak saya sedang berkelit dan berkelahi dengan pikirannya, tubuhnya, dan bahkan jiwanya.
Kakak hanya membalas
"Nanti saja, Belum ada yang nyantol aja"
Kakak menyukai laki-laki, Bi...
"Bagaimana jika Bibi Herni yang perkenakkan padamu, dilingkungan bibi ada banyak yang cantik-cantik bahenol"
Kakak menyukai Pria yang tampan dan kekar, Bi...
"Atau Nak Angga ini Sukanya yang pintar, manis.. kacamata hah" kaka Bi Erlla.
Kak Angga Sukanya pria berlesung pipi, Bi...
"Atau kak Angga sukanya yang lebih tinggi, potongan rambut pendek, ramah, dan terlihat dewasa"
Ibu benar!!!. Apa yang dikatakan ibu benar.
Ibu Tahu.
Pria yang hampir selalu diajak dan dibawa kerumah semuanya lebih tinggi dari kakak, semuanya ramah, berpotongan rambut pendek, dan terlihat dewasa untuk kakak.
Ibu, tahu walau dia tak pernah bercerita.
Komentar
Posting Komentar