Yu Wu
Volume 1
PENGANTAR
Perkenalan singkat:
Tawanan paling liar menyerang para panglima paling berbudi.
Latar belakang: Kultivasi fantasi kelas rendah, Kekaisaran khayalan.
Rangkuman yang lebih panjang:
Jenderal pengkhianat Gu Mang pulang ke negara asalnya sekali lagi, dan semua orang dengan segera mengucilkannya. Konon, orang yang paling membencinya justru pernah menjadi orang terdekat, bahkan lebih bagai saudara dengannya. Tuan Muda Mo yang dingin dan pandai menahan diri.
Desas-desus yang beredar di jalanan: Tuan Muda Mo telah menyiapkan 365 cara interogasi dengan siksaan dan sedang menunggu untuk mencobakannya pada Gu Mang. Jenis-jenis penganiayaannya sangat beragam dan seksama, lebih dari cukup untuk diterapkan selama satu tahun penuh tanpa ada pengulangan.
Tetapi gunjingan itu segera dibungkam oleh Tuan Muda Mo, dengan alasan bahwa melukiskan Gu Mang sebagai orang hilang akal sangat tidak selaras dengan kebenaran.
Jadi apakah kebenarannya?
Kebenarannya bahkan lebih tak terucapkan—
Identitas Mo Xi: Komandan Kekaisaran yang paling bersih dan paling terhormat.
Hubungannya dengan sang pengkhianat Gu Mang: Mereka pernah tidur bersama.
Catatan Penerjemah:
Bagi yang belum membaca 2ha (Husky Yang Dungu & Kucing Putihnya, Shizun) silakan tamatkan itu dulu supaya lebih mengerti ketika membaca Yu Wu.
***
BAB 1 - Prolog
"Buku ini dilarang, semua pelanggar akan dihukum."
Chonghua pernah menghasilkan dua jenderal muda dan menjanjikan, tetapi sejauh yang terlihat mata, keduanya sangat berbeda, bagai air bertemu api.
Yang seperti air bernama Mo Xi. Pada dasarnya memang orang yang dingin. Dia menerapkan hidup selibat, dan masih melajang hingga hari ini. Di dalam ketentaraan, taruhan tentang kapan Jenderal Mo akhirnya akan melepas keperjakaannya telah terkumpul sampai ke jumlah yang dapat mengisi sabuk setiap orang miskin dengan sepuluh ribu keping emas dalam semalam.
Yang seperti api dipanggil Gu Mang. Sifatnya hangat, selalu penuh senyum, dan menghargai wanita bagai batu mulia. Seandainya dia harus mengeluarkan uang dari sakunya setiap kali mencium seorang gadis, mungkin dia sudah harus menggadaikan semua harta miliknya, sampai ke pakaian dalam yang dikenakannya.
Suatu hari, jauh sebelum Gu Mang menjadi pengkhianat, tiba-tiba saja dia meraih buku yang telah disusunnya, dan berlari untuk meminta pendapat Mo Xi.
Pada saat itu, di tangan Jenderal Mo terdapat beberapa jilid buku terkait urusan militer, jadi dia hanya melontarkan pertanyaan pada Jenderal Gu: "Apa yang kau tulis?"
"Segalanya," Gu Mang menjelaskan dengan bersemangat, "Makanan lezat, pengalaman pribadi, catatan perjalanan di gunung dan sungai, katalog senjata, dan hal-hal sepele lain."
Mo Xi menerima buku itu, mengangkat kuas di tangannya, mencelupkannya ke dalam pot tinta, bersiap memberi komentar.
Gu Mang tersenyum dan berkata, "Aku juga menulis tentangmu."
Mo Xi menjadi waspada tiba-tiba, menghentikan gerakan tangan dan menatapnya.
"... Apa yang kau tulis tentang aku?"
Gu Mang menjawab dengan tulus, "Yang sejujurnya, penjabaran tentang peristiwa masa lalu kita."
"Peristiwa masa lalu apa?"
Gu Mang menggaruk kepala, menyeringai dan terkekeh dua kali, tanpa malu-malu berkata, "Semuanya."
"......"
Mo Xi tidak berkata apa-apa lagi, hanya menatapnya sejenak sebelum menundukkan bulu matanya yang panjang. Kemudian, dengan raut yang tidak terbaca, tanpa ampun menggoreskan dua baris kalimat pada naskah itu:
"BUKU INI DILARANG, SEMUA PELANGGAR AKAN DIHUKUM."
Komentar
Posting Komentar