I liked you, Dare
Kaworu nagisa tak akan pernah bisa dewasa dia akan tetap menjadi anak remaja yang berusia 14 tahun dengan seragam khas anak sekolah menengah pertama ,
" i was born to meet you"
Kedangatannya bagaikan angin.
Dia datang untuk menyapa untuk menegur kita untuk memperingati kita
Nagisa kaworu yang berambut putih keperakannya dengan warna merah matanya dan kulit putihnya seperti kertas ,
Sang malaikat yang tak memiliki sayap.
"Aku akhirnya bisa bertemu lagi denganmu, shinji ikari"
"Kaworu, jangàn ....mati"
"I loved you, shinji"
"Katanya kau menyukai mu tapi kenapa malah meninggalkan ku"
I like you
"Siapa , kamu"
%%%
Menangis dalam sesegukan tanpa bisa mengingat untuk orang siapa yang ia tangisi., yang diingatannya lama-lama memudar, yang tersisa hanya untaian kalimat manis yang sesekali terdengar ditelinganya dan terulang di otaknya bagai recorder saat ia melihat bulan dari sudut kamar jendela asramanya, ketika ia melihat piano di sudut ruang musik yang gelap dan berdebu, ketika dia melihat cello yang diatas langit yang biru.
Senyum, senyum itu terbesit dipikirannya tapi lagi-lagi hati dan kepalanya sakit. Seolah ada suatu program yang mengharuskannya ikari shinji melupakan sesuatu itu,
Ruang kosong dikamar asrama
Terdapat dua tempat tidur bersebelahan, dua meja belajar bersebelahan dua kabin lemari penyimpanan, tapi tak ada satu orang lagi selain shinji.photo yang terbingkai jelas didinding kamar berisikan 6 orang dengan llatar pantai ayang inadah terdapat, Si rambut seperti senja,-Asuka laslley, Lelaki kacamata yang memperlihatkan giginya, perempuan berkuncir dua disamping lelaki yang meranngkul pundaknya, rambut pendek biru dengan senyuman yang manis mengahadap kekamera, dan aku shinji berdiri ditengah diatara mereka, tapi rasanya ada yang kurang... ada sesuatu yang janggal dihatiku, entah apa itu, tibaa-tiba saja air mataku sudah merembes keluar dari celah sudut mataku.
"Apa, Apa ... ini...."
Memegangi air matanya yang jatuh dengan kedua telapak tangannya.
Sekeras apapun ia shinji mencoba mengingat, sekeras apapun ia berteriak, sebanyak apapun dia menangis
Ia tak akan kembali.
"Tok - tok "
Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamar asrama shinji .
Segera shinji menghapus air matanya
"Iya, sebentar"
Ia berkata dan berjalan membuka pintu.
"Hai..."
Seseorang sebaya nya yang ternyata mengetuk pintunya
"...."
Shinji terdiam , ada rasanya rindu yang tak pernah ia bisa katakan ketika melihat sosok lelaki sebaya dengannya dihadapannya.
"Aku Kaworo Nagisa"
"Salam kenal, saya murid pindahan dan saya tinggal di sebelah kamar anda"
Dengkulnya merosot karena tidak bisa merespon apapun, tangannya yang menjadi satu-satunya penyangga berat tubahnya di tahannya ke pintu.
"Apa kau baik-baik saja"
Sambil tersenyum ramah.
"Siapa,kamu"
###
Pukul. 06.00
Shinji terbangun lagi dengan mimpi buruk simbahhan keringat dimana-mana, tangannya penuh simbahan darah seperti begitu banyak beban yang ditaruh dipundaknya di dalam mimpinya tersebut, dia kemudia segera melihat kedua telapak tangannya tidak ada simbahan darah.
Menghela nafas
Dia bersyukur
Dia melihat kesekitar tak ada seorang pun tapi hatinya terasa kosong,
Tok-tok
Suara pintu terdengar shinji segera mengucek matanya dan membuka pintu,
"KENAPA KAU BELUM BERSIAP-SIAP SHINJI!!!!"
Ehhh ini Lasley , kenapa dia disini...
Bukankah berarti semua yang terjadi itu hanya mimpi dan simbahan darah itu juga, tapi kenapa rasanya sepertinya ini sudah pernah kurasakan ....
"Ayo cepat bersiap Shinji!, ini hari pertama masuk setelah libur musim panas"
"Libur musim panas?"
Shinji tampak bingung
"Jangan bilang kau lupa mengerjakan tugas liburanmu atau kepala mu terbentur batu saat kita semua pergi ke pantai!"
"Pantai?"
"Sepertinya kepalamu benar-benar kebentur, Cepat sana siap-siap"
"Asuka, apa...kita"
"Apa?
"Tidak, aku akan bersiap-siap"
"Aku akan menunggu diluar"
Shinji sudah selesai bersiap, dan mereka berjalan menuju stasiun yang menghubungkan mereka dengan sekolah.
Disaat perjalanan shinji bertanya pada asuka
"Asuka apa aku boleh bertanya sesuatu?"
Shinji bertanya dengan ragu dengan mengalihkan pandangannya dari wajah asuka.
"Iya , apa..? AAh jangan bilang tentang ayahmu yang selalu menelantarkanmu "
Shinji hanya terbelalak
"Eeh ayahku memangnya kenapa"
Daripada sebuah pertanyaan lebih terlihat seperti pernyataan.
Asuka sekali lagi menempelkan tangannya ke dahi shinji
"Kau tidak panas, wah pasti kepala kebentur sesuatu pasti"
"Ayahmu kan bekerjabdi Nerv.corp dan mengurusmu ibumu sampai setahun lalu kau pindah keasrama"
"Eeh, hontou ni.."
"....."
"Maaf sepertinya aku lupa dan kepalaku terbentur"
Sambil mengusal rambutnya yang tidak gatal.
Setelah ketika mereka sampai ke kelas
Ternyata hari ini ada dua murid pindahan
Mari anak-anak bapak perkenalkan
"Rei Ayanami, salam kenal"
'Glek'
"KAWORU NAGISA, KAWORU SALAM KENAL "
hatinya sakit kilasan darah tercipta di benaknya.
'DARE?"
###
Shinji apa kamu bahagia
Aku mencintaimu
"AAAKHHHHH"
Lagi-lagi shinji terbangun dia ketiduran saat pelajaran matematika, kini saatnya waktu istirahat, Aapa - Apaa ini , aku mellihat dia seseorang meledak dilehernya tapi siapa.. siapa...
"Shinji , pekan ini bagaimana kalau kita pergi ke pantai,"
"Iya , benar nanti kita ajak kaworu juga" kata sang ketua kelas yang ditangannya terdapat bekal makan siang.
"Rei...ayanami...?"
Shinji bertanya
"Iya tentu saja ucap kensuke sambil memegang rekamannya.
Kalau begitu aku akan kekantin karena pagi tidak sempat menyiapkan bekal.
"Bukankah shinji-san dan asuka-san, tinggal di asrama murid?"
Iya benar jawab keduanya
Shinji aku selalian
Iya baiklah.
Ketika shinji meneljsuri koridor dia mendengar suara piano dari lantai dua ruang musik, seharusnya tidak ada seorang pun disana,bukan? Shinji penasaran rasa penasarannya mengarahnkan shinji di depan reuang musik, shinji melihat ada sosok rambit perak di sudut ruang tengah memainkan piano shinji hanya melihat punggung orang tersebut ada rasa familiar di hatinya, orang itu sadar bahwa ada orang lain memperhatikannya dengan cahaya matahari yang tembus mallalui sela-sela kaca jendela dan pantulan cahaya, dia kaworu membalikkan badan, kearah seseorang yang tengah menatapnya dari pintu ruang musik,shinji.
Sambil tersenyum cerah dia berkata
"Hai, Shinji-kun"
Eeh shinji tergagap
Shinji masuk ke ruang musik mengambi cello dan bertanya
"Apa ruang musik ini tidak terkunci?"
Sambil menggeser kursi untuk shinji duduiki disamping kaworu
"Aku memintanya pada guru musik"
Bagaimana dia tahu guru - guru disini, bagaimana dia tahu ruang guru bagaimna dia tahu letak ruang musik, bagaimana bisa ucapannya menggetarkan hatiku.
"Aah, jadi kau sudah tahu"
"Iya hikari yang memberi tahu semuanya selaama kau tertidur"
Eehh
Shinji nampak malu
Akhirnya mereka berdua memainkan cello dan piano bersama-sama mereka memainkan ode to joy symphony ke-9.
Kenapa ya...aku merasa akrab dengannya...
"Shinji, ini sangat serasi irama yang kita mainkan permainan mu sangat bagus, atau aku memang terlahir untuk bertemu dengan mu"
deg
Degup janting shinji berdetak kencang tiba-tiba gesekan cello yang ia pegang hampir terjatuh lepas dari tangannya
"Aah tiba-tibaa aku teringat seauatu, Aah iya benar aku harus kekantin sudah dulu ya kaworu"
Meninggalkan ruang musik tanpa cello ditaruh ditempatnyaa...
"I was born to meet you"
Apa Apaan sih dia itu.
Hanya ada dua kemungkina ketika laki-laki berani memuji laki-laki lain dihadapannya,
Antara dia pengkhiat atau menyukai-mu, atau kemungkinan ketiga yaitu keduanya dia mencintaimu dan juga mengkhianatimu,
Karena saking mencintainya dia mengkhiatimu.
"Shinji!kau lama sekali kemana saja sih kamu, ini sudah mau berakhir tahu..."
"Iya-iya"
"OH ya toji dimana "
"Dia bersama hikari sang ketua kelas"
"Eeh apa yang terjadi"
"Dasar shinji Baakka!"
"Eeh"
###
Bukankah ini dunia yang selalu kau inginkan shinji...
Apa kau bahagia shinji
Kini shinji dan si malaikat bermata merah sedang memainkan piano secara bersama-sama
Mereka memasuki eva
Terdengar keributan,kekacawan, kepanikan, ledakan, darah , sebuah kepala yang jatuh kedalam larutan LCL, tangan eva yang juga tangannha terciprat simbahn darah, 'aku kaworu nagisa anak ke-5, jangan...kaworu kun ,
I love you too.
Menangis dalam sesegukan tanpa bisa mengingat untuk orang siapa yang ia tangisi., yang diingatannya lama-lama memudar, yang tersisa hanya untaian kalimat manis yang sesekali terdengar ditelinganya dan terulang di otaknya bagai recorder saat ia melihat bulan dari sudut kamar jendela asramanya, ketika ia melihat piano di sudut ruang musik yang gelap dan berdebu, ketika dia melihat cello yang diatas langit yang biru.
Senyum, senyum itu terbesit dipikirannya tapi lagi-lagi hati dan kepalanya sakit. Seolah ada suatu program yang mengharuskannya ikari shinji melupakan sesuatu itu,
Ruang kosong dikamar asrama
Terdapat dua tempat tidur bersebelahan, dua meja belajar bersebelahan dua kabin lemari penyimpanan, tapi tak ada satu orang lagi selain shinji.photo yang terbingkai jelas didinding kamar berisikan 6 orang dengan berlatar belakang pantai yang indah, terdapat Si rambut seperti senja,-Asuka laslley, Lelaki kacamata yang memperlihatkan giginya, perempuan berkuncir dua disamping lelaki yang meranngkul pundaknya, rambut pendek biru dengan senyuman yang manis mengahadap kekamera, dan aku shinji berdiri ditengah diatara mereka, tapi rasanya ada yang kurang... ada sesuatu yang janggal dihatiku, entah apa itu, tibaa-tiba saja air mataku sudah merembes keluar dari celah sudut mataku.
"Apa, Apa ... ini...."
Memegangi air matanya yang jatuh dengan kedua telapak tangannya.
Sekeras apapun ia shinji mencoba mengingat, sekeras apapun ia berteriak, sebanyak apapun dia menangis
Ia tak akan kembali.
Seberapa banyak apapun yang dilakukan shinji untuk membuat kaworu nagisa untuk tetap hidup tapi nyatanya ia mencapai kelelahannya ia hampir mencapai batasnya
Dia yakin kali ini dia shinji ikari pasti akan berhasil.
###
*iyaa,pada akhirnya dia shinji ikari berhasil)
"Tok - tok "
Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamar rumah shinji .
Segera shinji menghapus air matanya
"Iya, sebentar"
Ia berkata dan berjalan membuka pintu.
"Hai...ini mari, akan menjemput kalian berdua , yang lainnya sudah menunggu di tempat capsule time dikubur "
Seseorang yang ternyata teman satu fakultanya di universitas yang juga memiloti eva di time slip terakhirnya,Mari mengetuknya-mengetuk pintunya
Time slip shinji sudah berakhir
"...."
Sudah 14 rahun berlalu
Kini teman-temannya sudah memiliki pasagan terutama hikari dan toji,
Ke-7 orang tersebut membuka time capsule yang terkubur di bawah pohon diluar gerbang taman shinji,kensuke,toji,rei,asuka,hikari,dan mari
Ada berbagai macam benda dari 14 tahun lalu yang mereka kubur, tapi ada satu yang menarik perhatian shinji
Yaitu satu benda ini
Foto pasca Nerv berakhir
foto mereka semua yang pernah memiloti eva disana
Tapi
tak ada Kaworu untuk foto bersama pilot Eva sebelum Nerv hancur.
Setelah malaikat ke-17tanpa sayap atau bahkan anak ke-5 ataupun jiwa adam
Yang semuanya tampak secara perlahan menghilang dan ingatan lama berputar mundur
Tiba-tiba ada sesuatu yang menabrak shinji
"Apa kau baik-baik saja"
Dia Sambil tersenyum ramah.
"Siapa...,kamu...."
Untuk terakhir kalinya saya ikari shinji tak pernah sempat mengucapkan kata peepisahan untuk-mu seseorang yang rasanya sebagian diri-ku kosong
I liked you, i loved you
"I was born to meet you yet, Sayonara, Shinji-kun"
Menghilang bagai kan caahaya
Hadir dalam bagaikan udara
Ingatan akan nya mungkin kulupa
Tapi Rasa di hati ku takkan pernah lupa
Bagaimana caranya dia tersenyum, Bagaaimana ketika dia mengucapkan namaku, bagaimna dia mengucapkan bahwa dia mencintaiku,
Aku juga mencintaimu, tapi biarkanlah aku mengiklaskan apa yang terjadi dan ku lanjutkan hidup ku dengan asuka
Memandangi cincin di jari manisnya
Menghela nafas
Menatap langit cerah biru
Dulu langitnya juga sebiru ini juga
Lagit biru yang indah.
I like you, dare
Sayonara
###
Tidak ada lagi eva, tidak ada lagi yg memiloti eva, tidak ada lagi malaikat, tidak ada lagi nerv.corp.tidak ada lagi tokyo tiga, yang ada hanya tokya satu satunya, dan tidak ada lagi malaikat tanpa sayap berwarna merah.
Yang ada hanyalah anak kecil akan terus tumbuh menjadi pria dewasa,
Shinji akhirnya berkhasil.
Terimakasih semua.
Komentar
Posting Komentar