Kau memilih menikahinya
Kau memilih menikahinya
Kita sudah berjalan hampir sepuluh tahun ketika kami masih bersekolah menengah, kami bekerja di perusahaan yang sama, lalu kau memilih berhenti dan memutuskan menjadi wirausaha-wan.
Lima tahun berlalu.
Suara anak-anak terdengar.
Kami saat itu berpapasan dijalan terotoar, Saat itu kau tengah menggandeng seorang anak kecil perempuan sekitar lima tahun usianya di samping kiri ada wanita cantik berkuncir kuda dengan membawa sekantong belanjaan dari mini market yang baru saja mereka keluar.
Orang orang disini tidak tahu cerita kita,
Hatiku sakit,hangat,
Kami berpapasan satu sama lain, tapi anehnya kami tak menyapa satu sama lain. Kami bertingkah seolah orang asing.
Aku ber-ekspektasi bahwa ia masih sempat menyapa ku, atau memperkenalkan ku pada istrimu - tapi nyatanya TIDAK. Ekspektasi ku terlalu tinggi.
Hahaaaaah
Aku menghela nafas,
Menetap langit malam.
Menggenggam tanganku erat-erat.
Kuberusaha memejamkan mataku supaya airmataku tak jatuh.
***
Keesokan paginya, dikabarkan pemuda berusia sekitar 32 tahun ditemukan tergantung di kamarnya di kawasan elit.
Dengan sepucuk surat, dan 10 pesan draft yang tak terkirim.
***
Di pesan sepucuk surat itu tertulis.
Kau Bahagia disana, tapi aku selalu memikirkan-mu. Kuharap kau bahagia.
Dari seseorang yang kau anggap dosa.
***
Sedangkan di darft nya
Pihak kepolisian mengirim panggilan terhadap nomer yang tertuju sebagai draft pesan.
***
Iya halo
Katanya jika kau berharap pada bintang jatuh harapan'-mu akan menjadi nyata, lalu...kenapa punyaku tidak?
Katanya bunga kesukaan mu bunga lili forget-me-not
Jadi aku juga akan menyukai bunga lili forget-me-not
Memang nya apa yang kau harapkan?
Aku berharap kita bersama, dan kau mendapat kebahagiaan-mu.
Tapi aku lupa kenapa aku tak menyantumkan namaku dengan namamu sebagai kebahagiaan-mu.
Ohmm
Jika saat itu aku tidak mabuk, mungkin sekarang aku tidak akan disini.
Lalu apa yang kau anggap aku.
Kau itu dosa ku ya...
Hmmm? Kau jahat sekali.
Hái kata mereka aku harus kembali dan menikah.
Deg
Lalu apa keputusan mu
Aku akan lihat nanti
Kau menghilang 2 bulan tanpa kabar, total semua ada 8 pesan dengan 40 panggilan, 80 elektronik mail, 12 cuitan di Twitter. Tapi nyatanya dari semu itu tak ada tanggapan dari-mu.Bahkan postingan-mu pun tak ada.
Apa kau telah mengganti nomer mu? Apa kau lupa password media sosial mu.
Di saat ku tengah memikirkan kemungkinn kau yang mengganti nomer, tiba-tiba kau memposting status di aplikasi perpesanan-mu,. Aku meglek ludah ku saat aku melihat itu.
Kau memilih menikahinya.
Tanpa memberi tahuku
Tanpa mengabariku.
Tanpa sepatah kata.
Apa aku habis manis sepah dibuang?
Kau kejam!.
Kau mengundurkan diri secara tidak hormat dengan tidak kehadiran dengan dua bulan lebih tanpa keterangan.
Ada rumor dikantor bilang kau membuka toko percetakan ditempat asalmu. Dari orang yang menghadiri acara pernikahan mu.
5 tahun berlalu.
Saat aku akan meng-akhiri hidup-ku dengan obat tidur, aku bertemu dengan-mu.
Aku kira ini takdir
mempertemukan kita lagi
Supaya aku menggagalkan rencana mengakhiri kisahku.
Andai saja jika istrimu, Atau bahkan kamu sendiri yang menyapaku.
Mungkin sekarang diwaktu yang sama ketika kau membaca ini.
Aku berada di rumah kalian dengan membawakan dua buah bingkisan yang satu adalah buah tangan untuk keluarga kecilmu dari aku yang habis tour pekerjaan selama seminggu yang lalu dimana aku dilecehkan oleh bos baru selama perjalanan tersebut. dan satu bingkisan lagi dengan gambar boneka beruang coklat di sampul kadonya adalah hadiah untuk putrimu.
*Terima kasih.
***
Komentar
Posting Komentar