(About them, Just Story around me(3))Topiknya adalah LGBT+(Short story)
Topiknya adalah LGBT+
Hari itu tak ada seorang pun yang ingin berkelompok denganku , kecuali kamu yang tiba-tiba menghampiriku, mengajakku bergabung dengan kelompok mu.
Kau cerdas dan tanggap selalu menjawab pertanyaan dari guru dengan benar dan tepat, kau dikelilingi orang-orang yang menyukai mu. Orang orang yang menyukai kecerdasan mu.
Sedangkan saya, saya selalu bingung jika harus disuruh membuat kelompok.jika terpaksa suatu tugas mengharuskan kelompok saya lebih suka dipilihkan oleh guru tersebut.
Saya selalu berusaha yang terbaik yang bisa saya lakukan dalam kelompok, tapi nyatanya hasil hasil sebelumnya mereka kecewa , tapi aku tidak tahu mengapa.
Ketika saya mulai berjalan menghampiri kelompok Aran semua ekspresi teman kelompoknya menjadi murung, kecuali Aran.
"Hei Aran kenapa kau mengajak Alan sekolompok dengan kita."
Ucap seseorang yang bertubuh gempal.
Tapi satu-satunya yang kalian semua tidak adalah aku dan Aran berpacaran.
Hubungan kami sudah berjalan dua tahun, ketika kami di kelas 2 menengah pertama. Kami memulainya disaat awal-awal semester dua.
Kini kami berada di satu SMK kelas 10 semester satu dengan jurusan yang sama.
Tahun ini dia mempunyai/memiliki ambisi ingin menjadi ketua OSIS di SMK ini, sama seperti waktu ketika kami di sekolah menengah pertama, bedanya disana ia hanya menjabat posisi wakil ketua OSIS.
Mungkin dia ingin melampiaskan ambisinya.
Aran menjadi anggota OSIS , dan berencana mencalonkan diri sebagai ketua OSIS tahun depan ketika kelas 11.
Dia bilang kepada saya kenapa kau tidak ikut menjadi OSIS saja, kau bisa menjadi wakil-ku.ucapnya.tapi nyatanya saya hanya menggeleng sambil tersenyum.
Hari itu ada pelajaran tentang bahasa Indonesia kami disuruh menjadi dua kelompok , murid kelas saya berjumlah 35 orang siswa. Jadi satu kelompok 17 orang dan satu kelompok lagi berjumlah 18 orang. Dan lagi-lagi saya menjadi orang sisa-an, saya bergabung dengan kelompok kedua.
"Masing-masing dari perwakilan kelompok satj dan dua kedepan, Dan pilih kertas yang ada di tangan bapak"
Itu adalah dua kertas gulungan yang sudah di gulung, aku bisa melihatnya karena tempat dudukku tepat di depan meja guru.
Topiknya adalah LGBT+
Dan tim saya mendapatkan Pro.
Dan
Timnya mendapatkan kontra.
Ini benar-benar lucu kau Aran mendapatkan kontra! Betapa lucunya itu. Kau yang gay kenapa malah bisa-bisanya berdebat tentang LGBT+ sebagai kubu kontra. Seharusnya biar kelompokku saja yang mendapat kertas kontra dan tim-mu mendapat pro.
<Selesai pulang sekolah aku mampir main kerumah mu ya>
<Kenapa? Mau?>
<Iya,mau!>
Dan hanya ada aku yang tahu Aran Bottom.
Dihari itu ada gadis cantik yang menembak-mu. Disaaat itu kau mengechatku
<Alan,..Alan..Kau dimana>
<Hei, aku ditembak seorang gadis>
<Bagaimana kau tahu itu gadis atau tidak?, Dasar>
<Di kantin>
<Hei cepatlah jawab, Aku merasa tidak ingin dia merasa sakit hati aku menolaknya>
<Lalu..., >
<Kau memintanya menunggu jawaban Mu-kan, dan sekarang kau pasti ada diteilet.dan si gadis(?) Ada di taman belakang>
<Eihss kenapa pake (?) Aku yakin dia itu masih perawan, vibes virginnya tuh ketara bisa kurasakan>
<Iyalah yang udah gak perawan>
<Heh, kan situ gegara situh>
<Tapi,--kan yang pengen siapa heh KAU>
<Heeh, kenapa jadi bahas gituan"
Gw harus bilang apanih
<Ya lu bilang aja sejujurnya>
<Kalo gw gay gitu>
<Haah, mau jadi perbincangan satu sekolah?, Bukannya mulut cewek tuh ember, kalau dia gak ember ya pasti ada temennya yang nguping, atau kemungkinan terburuknya adalah dia cuman mau ngetes lu gay bukan>
<Ia sih, pantes kagak ada yay mau sekelompok Ama lu ya..., Lu terlalu blak-blakan >
<Lebih baik blak-blakan dari pada keganjel>
Tapi ada satu
Tapi, Hanya ada satu
Hubungan kami yang tidak blak-blakan, di mata publik.
Aran akhirnya berkata yang sebenarnya dia tidak memiliki rasa apapun pada gadis(?) Tersebut Aran juga mengatakan ia sudah memiliki kekasih, dan sudah berjalan dua tahunan.
Ia bilang lovers , jika ia bilang pacar maka sudah berakhir lah riwayat nya.
His lovers Boyfriend.
Menyukai Seseorang itu...
Tapi nyatanya itu tidak semulus itu, tepatnya ketika lulusan SMK dan dia Aran keterima di universitas berkat dengan jalur SNMPTN.
Ayahnya menaparnya dengan keras dihadapan kami, Ayahnya tak terima bahwa anak lelaki tunggal satu-satunya adalah homoseksualitas.
Teman sekelas kami membelalakkan mata terkejut, kecuali saya yang tidak terkejut dengan kehomoseksualitas nya karena saya adalah partner nya apalagi.
Ayahnya adalah orang yang tegas, beribadah yang taat, seorang pembisnis mebel dan buah.
Aku tahu dan mengenal nya karena selama ini saya sering berkunjung bermain dirumahnya, tapi semenjak kami berada di kelas tiga aku tidak pernah mengunjungi rumahnya.selama waktu itu saya dan Arhan hampir selalu bermain di rumahku, mungkin orang tua nya mulai curiga padanya, itu hanya firasat saya pada awal nya.
Tapi ternyata itu benar.
Keluarga Arhanud ajaya tidak memiliki anak perempuan, Arhanud adalah satu-satunya anak-laki dari ayahnya,Arah wiroto. Arah wiroto memiliki adik tiri laki-laki dan adik kandung perempuan. Adik laki-laki tirinya menikahi adik perempuannya.
Dan nyatanya sampai sekarang mereka belum memiliki momongan, dan Arah wiroto membenci mereka.
Satu-satunya harapan pengurus usahanya kelak adalah Arhan, Arhanud ajaya. Yang ternyata adalah seorang gay, penyuka sesama yg jelas-jelas dari atas sampai ujung kaki sama dengannya.
Hari itu ia mendapat tonjokan keras di pipi kirinya , hidupnya berdarah, guru bengkel mulai berdatangan dan melerai mereka.
"Kenapa! Kenapa! Hah Ayah tak suka saya tonjok saja saya, Tonjok saya saja!"
Di saat kau dibawa keruang guru -- disaat kau berada di ruang kedisiplinan siswa ,-- semua mengatakan 'sayang padahal ganteng, kok homo', 'padahal cerdas kok belok, yok bisa yuk lurus'
Aku mendengarnya mulai muak ingin rasanya ku Jambak .
Berita itu mulai sudah menyebar dengan sangat cepat.
Di ruang konseling
"Apa benar kau Ekhm gay"
Sudut alisnya terangkat.
Ibu guru itu terus menatapnya.
Arahn menghela nafas dan berkata 'iya'
"Kau pasti jadi gay karena 'dia' kan..."
"Tidak! Saya memang sudah begini, tidak perlu perbaikan untuk orientasi saya, dan juga bukan karena dia".
Dia itu saya.
“tapi bukankah itu salah?"
"Cinta tidak ada yang salah"
Disini kita melihat perdebatan tentang LGBT+ yang sebenarnya. dan Arhan kali ini berada di sisi Pro . Mungkin itulah alasan kenapa saya masih berada disini.
#
Jangan membawa orang yang mati disini
Alan meninggal pada semester kedua di bulan Februari di tahun ketiga. Diakibatkan kecelakaan sepeda motor , ketika ia memilih Arhan ketimbang harus menhadiri persidangan perceraian kedua orangtuanya untuk mengirimnya ke Malam itu tidak ada yang menyangka bahwa dia akan pergi dengan cara seperti itu.
Bab 2
Bahkan sampai Alan tiada orang tuanya tidak tahu bahwa anaknya memiliki kekasih laki-laki.
Malam kecelakaan Alan adalah malam dimana usia Arhan bertambah delapan belas. Di jok motor terselip kado baju Jersey dan surat bahwa
“Suatu hari nanti apakah hubungan kita akan terkuak?" Alan Pramajaya kekasih lelaki-mu
Dan tanpa disangka Ayah Arhan menemukan sepucuk surat itu.
#
Arhan berkuliah di Bandung dan nyatanya sampai dia berusia 35 tahun ia tak pernah memiliki kekasih baik itu lelaki maupun wanita. Yang ada hanya friends with benefit dan one night stand.
Ketika dia melakukan rueni dengan teman masa SMK nya dahulu ia ketemu kembali dengan Vella.
Bab 3
***
Di kelas kami ada siswi perempuan yang terlihat masabodoamatan, tapi anehnya dia selalu mendapat nilai yang diatas rata-rata dari kami.Dia tidak peduli ada di kelompok mana, hanya yang jelas nilai kelompok akan selalu menjadi yang terkadang menjadi terbaik pertama dan acap kali kedua setelah kelompok Arhan. Entah aku juga tidak mengerti.
Tapi nyatanya ada satu hal yang membuat saya memiringkan kepala, ketika saya mendengar gossip disekitar saya bahwa Vella adalah lesbi.itu adalah rumor tentang nya disaat kelas 2 SMK . Saya hanya diam saja waktu , firasat saya pun tak mengatakan apa-apa.
Rumor itu mulai muncul ketika anak-anak perempuan dikelas kami membicarakan para cowok tampan kelas 12 jurusan teknik kendaraan ringan yang waktu itu sebentar lagi akan lulus.
Dan kata selia yang menyerkan gossip tersebut di kelas kami, mengatakan saat tadi kami(siswi perempuan) membicarakan kakak kelas tingkat , ekspresi nya biasa saja seperti tidak memiliki ketertarikan dan dia malah tetap lanjut makan.
Di situ di waktu itu kami tak percaya apalagi Arhan yang membantah dengan keras. Disaat pulangnya Arhan berkata padaku bahwa Vella bukan lah Lesbi.
Aku tanya 'kenapa'. Tapi dia hanya bilang 'Percaya saja padaku'. Oke.
Sejak itu kami tak mempercayai gossip itu.
Tapi kian makin hari Rumor itu semakin menjadi-jadi bahkan anak jurusan Teknik audio video yang seangkatan kami tanpa malu-malu bertanya pada Arhan yang satu organisasi OSIS dengan nya ketika itu saya tepat disampingnya , mau tak mahu saya curi dengar. "Hei Arhan , katanya mau nyalon jadi ketos" menghampiri kami berdua yang tengah makan di salah satu meja kantin
Ia menjawab "heh iya rencananya begitu,Kamu juga kan"
"Heehh iya rencananya, eh iya apa bener Vella lesbi"
Pruurftt
Tapi nyatanya kebenaran nya adalah ibunya Telah meninggal ketika ia masuk ke SMK di hari pertama nya masuk ke sekolah. Dia melewati 3 hari MOS untuk merawat ibunya dirumah sakit karena tipes, saat di malam hari sebelum pulang untuk kerumah kondisi menjadi lebih baik. Tapi sial nya tidak ada yang menduga bahwa di hari pertama ia masuk di hari Senin
Itu akan menjadi pukulan telak baginya.
Orang orang di kelas kami percaya bahwa memang begitulah sifat asli Vella yang bodoamatan , nyatanya jika kau bertanya pada teman masa SMP ya dia adalah murid dengan tipe yang akan selalu menyapa-mu ketika berpapasan.
Kini ia tinggal dengan ayah tirinya dan saudara tirinya.
# dan asal kau tahu Selia lah yang memiliki kekasih perempuan.
Komentar
Posting Komentar