He's lie and She's Lie

 He's lie and She's Lie


Siang ini ada pertemuan percomblangan antara wanita berumur 25 tahun dengan laki-laki yang usianya sama seperti wanita ini.

Kedua orang tua mereka saling berteman sejak di sekolah menengah atas dan masih berhubungan dekat,


Tidak-tidak jika kalian berpikir ini perjodohan di waktu kecil kalian salah ini bukan perjodohan dimasa kecil Antara kedua orang tua mereka.


Lalu apa?


Ini...


Orang tua mereka mulai khawatir tentang anak-anak mereka yang belum juga membicarakan pernikahan.Diusia anak-anak mereka seharusnya sudah gencar-gencarnya mencari dan mempersiapkan pernikahan bahkan ada yang sudah memiliki momongan,tapi anak-anak mereka tidak.


Jadi Disilah Danu dan Delisa puji.


Berada di Cafe blue-Rose

Berhadap-hadapan dengan canggung.


Delisa cantik mengenakan gaun pendek selutut berwarna putih dengan lengan pendek,rambutnya sedikit berwarna coklat kepirangan dengan potongan pendek seleher, matanya kini mulai melihat keluar jendela kaca yang kini cuaca diluar sana tengah mendung.


Begitu juga dengan pria tampan berkharisma ini dengan kemeja kotak-kotak berwarna biru Dongker , kancing paling atasnya terbuka dan terlihat ia memakai kao berwarna hitam, dilengan kirinya yang terdapat diatas meja terlihat jam kulit berwarna coklat menunjukkan pukul 4 sore hari.


"Ekhm"


Delisa memecah keheningan,


"Ada yang ingin kau sampaikan?"

Sahutnya.


“cough~cough, sebelum itu mari kita memesan dahulu"


“baik, saya green tea "


Pelayan kafe yang sopan datang ketika tangan dan ucapan Danu memanggil nya.


Danu memesan cholate cake dengan ice coffee,green tea dengan stroberi cake untuk Wanita didepannya.


“eits tunggu aku tak berkata Stroberi cake"

Delisa mengintrupsi.


"Tapi bukankah perempuan suka stroberi?"

Ucapnya santai


"Tapi aku tidak"


"....."


Oke - oke ice coffee, chocolate black currant cake Dan green tea sambil menutup menu.


“baik kalau begitu, tunggu sebentar"

Setelah mencatat ia dengan segera berbalik.


"Jadi apa yang ingin anda bicarakan"


"Kau pasti sudah tahu mengapa kita berdua berada disini"


"Oh iya mari perkenalkan nama Saya Danu, Danura Handoko" 

Danu mengulurkan tangan kanannya untuk menyalami Wanita didepannya.


"Delisa, Delisa puji"

Ucapa Delisa sambil mengulurkan tangannya menyalami Danu.


Keheningan menyapa mereka lagi.


***

Komentar

Postingan Populer