Lukisan Luxen
Pada suatu hari pelukis Lexun menerima tawaran melukis untuk dipajang di museum of heart milik Pak Walikota untuk merakan Hari jadi Kota willow ke 52 sekaligus menyambut tahun baru.
Pak Walikota sudah menjabat selama Dua tahun.keluarga Pak Walikota memiliki museum of heart yang dibangun sejak Kota willow didirikan.Luxen sangat senang bukan kepalang ia diberi kesempatan untuk memeriahkan acara Tersebut dengan hasil lukisannya terpampang disana.Akan tetapi Pak Walikota memberi tahunya Dua minggu sebelum hari-h tiba.
Luxen menggapnya seperti tantangan,“Aku pasti bisa” itu yang dikatakan ya pada Pak Walikota.Luxen belum pernah melukis dengan tenggat Hanya dua minggu saja, ia paling cepat Menyelesaikan Sebuah Karya dalam waktu satu bulan ,itu pun karma Luxen Hanya tidur selama tiga jam setiap harinya.
Lalu tibalah hari yang dijanjikan Dan Luxen tidak bisa Menyelesaikan lukisannya, lukisannya baru setengah jalan .Luxen panik Dan meminta bantuan penyihir yang tinggal disamping rumahnya untuk membantunya.Tidak-tidak penyihir itu tidak membantunya melukis, penyihir itu tidak bisa melukis,lalu bagaimana penyihir itu bisa membantu? Penyihir membantunya dengan memberi pertambahan waktu pada Luxen.Waktu seolah-olah melambat Dan Luxen pun bisa Menyelesaikan karyanya.
Tetapi penyihir itu punya syarat, syaratnya adalah hati Luxen Luxen pun setuju.
Pada saat itu luxen memberi lukisannya pada penyihir, lukisannya yang berharga.
Penyihir itu bingung , mengapa Luxen memberinya lukisan? Luxen bilang Aku titipkan sebentar lukisanku padamu,Aku akan pergi sebentar.
Tak berselang lama setelah kepergian Luxen ,datanglah Pak Walikota Dan ajudannya . Pak Walikota heran rumah Luxen terkunci lalu Pak Walikota mendengar suara
“Hai, kau Pak Walikota beserta ajudannya ini lukisan Luxen, kau mencarinya bukan?”
Pak Walikota beserta anteknya kaget Ada seorang penyihir yang menyapa mereka.
“Iya,benar Saya Pak Walikota Dan Saya Ingin mengambil lukisan Luxen, tapi dimana Luxen?”kata Pak Walikota.
“pergi” jawab penyihir singkat.
Tanpa banyak bertanya lagi para ajudan mengambil lukisan yang berada di rumah penyihir, lukisan ini tinggi menyamai tinggi manusia lebarnya begitu lebar sama seperti Dua manusia dewasa merentangkan tangannya,Dan lukisan ini tertutup oleh Kain cokelat , bahkan sang penyihirpun belum sempat mengintipnya.
Lukisannya pun terpajang dimuseum,Dan Luxen pun Tak pernah kembali.
Komentar
Posting Komentar