Tak Ada komedi Tanpa tragedi

 Ini kisahnya seorang bocah lelaki yang amat menyukai lakon drama komedi. 


Namanya Lam setiap Hari minggu ia pergi bersama lelaki tua ke Sebuah teater lawak di alun-alun kotanya.

“Zaman sekarang orang lebih suka drama ketimbang hal-hal yang lucu”.

Begitulah kata sang lelaki tua dengan mantel hijau tuanya, dengan tubuhnya yang sedikit membungkuk dan memakai tongkat.

Sang anak tak menanggapi serius ia hanya senang bisa melihat pertunjukan teater tersebut dengan senyum sumringah, yang ia pancarkan dan sesekali meloncat sambil memegang lengan kiri si lelaki tua yang tak memegang tongkat.

  Ya memang bener orang kini lebih suka sesuatu yang praktis dan dramatis. Tapi mereka Lupa hidup ini sudah penuh dengan drama.

‘kenapa kita tetap menonton drama? jika hidup Kita sudah seperti drama?'.

Ini sama halnya seperti kau menanyakan.

Untuk apa membaca cerita ? Jika hidupmu adalah Sebuah Cerita , iya cerita perjalanan mu sendiri.

Hari ini Hari musim semi menjelang musim panas, dimana orang akan memikirkan bagaimana mereka akan menghabiskan Hari libur mereka.

Begitu juga dengan Lam, ia senang selama akhir pekan selalu kesini, ia mengingat ingat hari- keberapa ini ? .

‘71’

Terbesit angkat dikepalanya

Ya..

Sekarang dia ingat Hari ini akan menjadi kunjungan ke-72 ke teater, bersama sang lelaki tua.

     Lam Tak pernah bosan dengan cerita yang ditampilkan teater lawak ini, mungkin sang kakek sudah kebal dengan alur ceritanya.

“Hai Lam..!”

Seorang wanita paruhbaya menyambut hangat lam, iya dia adalh wanita penjaga tiket, ia hapal betul Lam dan kakeknya. Karena setiap minggu sang bocah Tak pernah Absen dari teaternya.

“Hai marry berikan kami dua tiket teater seperti biasa” kata sang lelaki tua sambil merogoh jantung mantelnya

“Hai..nyoya marry, apa kabar mu Hari ini”

Kata Lam dengan nadanya.

“baik, tentu saja kabarku baik, kalaupun tidak aku akan tetap membuka teaternya setiap minggu seperti biasa” balas marry tersenyum sambil mengerahkan 2 tiket pada mereka

Balasnya dengan tersenyum.

*******

Minggu berlalu dan kini sudah pekan musim panas, orang akan ramai pergi ke tempat wisata atau menjual limun di depan rumah mereka.

Tapi Kali ini berbeda, minggu ini berbeda, pekan kedua pun sama, ada sesuatu yang berbeda di teater ini.

Lam Tak pernah mengunjungi teater ini lagi, saat pekan musim panas pertama ia Tak datang , Marry beranggapan mungkin Lam terkena demam musim panas, ia Ingin menjenguknya tapi ia Tak tahu alamat lengkap si kecil yang selalu datang ke pertunjukan teaternya.

Lalu pekan kedua pun tiba, tapi lagi-lagi Lam Tak muncul begitu pula sang kakek.

“Marry apa yang kau cemaskan?”

Kata sesosok pria besar tangguh diusia dipertengahan Abad, 

“ahh, kau suamiku mengagetkanku saja..., Aku Hanya penasaran dengan Lam...”

Katanya, 

“Lam..? Lambert si bocah kecil dengan kupluk coklatnya!!, yah tentunya dengan sang kakek ”

Mungkin

Mereka tidak tahu bahwa sang bocah kecil sudah tiada.

Sepekan yang lalu.

Selama 3 tahun di sudah berjuang dengan penyakitnya.


Terimakasih yang terhangat untuk Kalian semua.



– Veni.O–

Komentar

Postingan Populer